Tuesday, January 19, 2016
Ilmu Sejarah
1. Pengertian SejarahIstilah
Sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang berarti Pohon.
Penggunaan kata tersebut dalam konteks masa lalu mengacu pada pohon
silsilah. Dalam hal ini arti sejarah itu hanya mengacu pada masalah asal
usul atau keturunan seseorang. Kata Sejarah yang lebih dekat dengan
pengertian, terkandung dalam bahasa Yunani yaitu Historia yang berarti
Ilmu atau Orang pandai. Sedangkan dalam bahasa Inggris, History yaitu
masa lampau umat manusia dan dalam bahasa Jerman, Geschichte yaitu
sesuatu yang telah terjadi.Beberapa definisi sejarah menurut para ahli :(1) Menurut
"Bapak Sejarah" Herodotus, Sejarah ialah satu kajian untuk menceritakan
suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan
peradaban.(2) Ibnu
Khaldun, mendefinisikan sejarah sebagai catatatan umat manusia atau
peradapan dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak
masyarakat itu.(3) Aristoteles,
menyatakan bahwa sejarah adalah suatu system yang meneliti suatu
kejadian dalam bentuk kronologi dan semua pristiwa masa lalu mempunyai
catatan dan bukti-bukti yang kuat.(4) JV. Briche, sejarah adalah: “It is the record of what man has thought, said and done“.(5) Patrick Gardiner, mengatakan : “History is the study of what human beings have done“.(6) Taufik Abdullah, mendefinisikan sejarah adalah kejadian masa lampau dan cerita tentang kejadian itu.(7) Moh.
Yamin, mengatakan bahwa: sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang
disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwayang dapat dibuktikan
dengan kenyataan.(8) Koentowidjojo:
Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu tentang apa yang dipikirkan,
dikatakan, dikerjakan, dirasakan dan dialami manusia.(9) Sartono Kartidirdjo: Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau.(10) Mohammad Ali: Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau. KesimpulanSejarah
merupakan rangkaian peristiwa masa lampau yang menyangkut kehidupan
manusia setelah mengenal tulisan, sedangkan Ilmu Sejarah adalah ilmu
yang mempelajari tentang seluk beluk manusia pada masa lampau setelah
mengenal tulisan.Ciri utama sejarah :a. Pristiwa
tersebut hanya terjadi 1 kali (unik). Artinya peristawa tersebut tidak
akan terulang dan hanya terjadi pada zaman, tempat, atau orang yang
sama.b. Peristiwa tersebut penting dan besar pengaruhnya.c. Peristiwa tersebut abadi. Artinya peristiwa tersebut tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa. 2. Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu dan Senia)
Sejarah sebagai peristiwa berarti bahwa kejadian itu pernah ada dan
benar-benar terjadi serta bisa dibuktikan secara ilmiah.b) Sejarah sebagai Kisah, selain peristiwa itu ada, juga bisa dikisahkan atau bisa diceritakan kembali.c)
Sejarah sebagai ilmu bahwa sejarah menggunakan metode analitis yaitu
hasilnya harus dapat diverifikasi dan dapat disetujui atau ditolak oleh
para ahli. Sejarah sebagai ilmu juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut :a. Empiris, yang artinya pengalamanb. Memiliki objek, yang artinya sejarah harus memiliki tujuan dan objek materiil atau sasaran yang jelas.c. Memiliki
Teori, artinya sejarah juga sama seperti ilmu-ilmu lain yang mempunyai
teori yang berisi kumpulan kaidah-kaidah pokok suatu ilmu.d. Memiliki Metode, merupakan suatu system untuk menggarap sumber atau data sejarah, mulai dari penelitian sampai penulisan.d)
Sejarah sebagai seni mengandung arti bahwa dalam penyajian dari hasil
penyelidikan itu disusun dalam suatu rangka tertentu sehingga dapat
menarik perhatian orang dan dapat mempengaruhi sikap jiwanya.Ciri-ciri sejarah sebagai seni :a. Intuisi, yaitu pemahaman langsung dan insting selama masa penelitian langsung.b. Imajinasi, yaitu dengan imajinasi sejarawan akan bisa membayangkan apa yang sebenarnya terjadi atau apa yang sedang terjadi.c. Emosi, sejarawan dituntut menumbuhkan rasa emosionalnya untuk menumbuhkan rasa empati dan menyatakan perasaan dengan objeknya.d. Gaya Bahasa, sejawan juga dituntut menggunakan gaya bahasa yang baik dalam penulisan sejarah. 3. Periodeisasi dan Kronologi Dalam Sejaraha) Periodeisasi SejarahSejarah
merupakan sebuah proses perjalanan waktu yang sangat luas dan panjang
areanya . dalam rentang waktu itulah sejarah melewati ratusan bahkan
ribuan tahun dengan melibatkan perubahan dalam kehidupan manusia yang
sangat banyak . mengkaji semua peristiwa sejarah yang luas dan panjang
secara rinci sangatlah susah, untuk itulah maka digunakan pemisahan yang
biasanya didasarkan pada momentum tertentu.Suatu
momentum yang dapat memberikan petunjuk adanya karakteristik dari suatu
kurun waktu yang satu berbeda dengan kurun waktu lainnya . hal itulah
yang dinamakan dengan periodisasi sejarah. Contoh periodisasi sejarah
dalam masyarakat tradisional biasanya di dasarkan pada kurun waktu
kekuasaan rajaSecara umum periodisasi sejarah Indonesia dikelompokan menjadi beberapa jaman yitu :-prasejarah (jaman batau dan jaman logam )-masuk dan berkembangnya pengaruh budaya India-masuk berkembangnya islam-jaman colonial-jaman pendudukan jepang-revolusi kemerdekaan-masa orde lama-masa orde baru-masa reformasiTujuan
di buatnya periodisasi bukan berarti memutuskan peristiwa yang satu
dengan yang lainnya , karena dalam sejarah aspek kesinambungan dan
kontinuitas merupakan suatu hal yang pokokb) kronologi sejarahKarena
kompleksnya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia
pada setiap kurun waktu , maka peristiwa –peristiawa tersebut terlebih
dahulu harus dikelompokan berdasarkan bentuk atau jenis tertentu
(periodisasi) . setelah itu barulah disusun secara kronologis
(berdasarkan urutan waktu kejadian ).Tujuan
dibuatnya kronologi dalam sejarah adalah agar penyusunan berbagai
peristiwa sejarah dalam periodisasi tertentu tidak tumpang tindih atau
rancu dengan metode lainnya . kronologi sejarah berarti sesuai dengan
urutan waktu kejadian dari peristiwa sejarah tersebut , sehingga tidak
berlangsung secara loncat-loncat. 4. Kegunaan Sejarah Dalam Kehidupan MasyarakatSecara sederhana, Louis Gotschalk membagi kegunaan sejarah dalam 4 bagian yaitu:1. Rekreatif, artinya
dengan membaca atau mempelajari sejarah, kita seolah-olah dibawa
berpetualang menembus dimensi ruang dan waktu. Tanpa beranjak dari
tempat, kita dibawa oleh sejarah untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa
yang jauh dari kita yang mungkin saja kita tidak tahu tempatnya atau
kita tidak pernah ikut menyaksikan kejadian tersebut.2. Inspiratif, dalam hal ini suatu karya sejarah dapat memberikan inspirasi kepada para pembacanya atau yang mempelajarinya.3. Instruktif,
bermaksud memberikan pelajaran mengenai suatu keterampilan atau
pengetahuan (pengajaran) tertentu misalnya pengetahuan tentang taktik
perang.4. Edukatif, berguna untuk mendapatkan kearifan dari masa lampau untuk melangkah ke masa depan. Contoh adanya slogan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Menurut Travelyan belajar sejarah mempunyai 3 kegunaan antara lain:a. Ilmiah yaitu berupa pengumpulan fakta dan penyaringan bukti.b. Imajinatif yaitu menyeleksi dan mengkategorikan fakta yang telah dikumpulkan dan mengambil satu kesimpulanc. Sastra yaitu penyajian hasil ilmu dan daya angan dalam bentuk yang menarik.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment